Purwakarta, Kamis 24 September 2026 β Sebagai upaya nyata dalam mengimplementasikan pendidikan karakter dan menumbuhkan kepekaan sosial sejak dini, SD Plus 2 Al-Muhajirin Purwakarta kembali sukses menyelenggarakan program rutin Beas Kaheman pada Kamis, 24 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah ini diikuti dengan penuh antusias oleh seluruh peserta didik dari kelas I hingga kelas VI, dewan guru, serta tenaga kependidikan.
*Makna Filosofis Beas Kaheman*
Istilah Beas Kaheman berasal dari bahasa Sunda. Kata _Beas_ memiliki arti beras, sedangkan _Kaheman_ berarti kasih sayang, welas asih, atau rasa sayang yang mendalam. Jika digabungkan, Beas Kaheman bermakna "Beras Kasih Sayang", yaitu beras yang dikumpulkan dan diberikan atas dasar ketulusan, kepedulian, dan cinta kasih kepada sesama manusia.
Program ini merupakan salah satu pembiasaan unggulan dalam kerangka 7 Poe Atikan yang menjadi ciri khas pendidikan karakter di Jawa Barat. Melalui kegiatan ini, sekolah tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan akhlak mulia atau _character building_.
Mekanisme dan Antusiasme Peserta Didik
Mekanisme pelaksanaan program ini terbilang sederhana namun sarat makna. Beberapa hari sebelumnya, pihak sekolah melalui wali kelas mengimbau kepada seluruh peserta didik untuk membawa beras dari rumah masing-masing, minimal segenggam, sesuai dengan kemampuan dan keikhlasan.
Pada hari pelaksanaan, Kamis pagi, para siswa tampak datang ke sekolah dengan membawa kantong-kantong kecil berisi beras. Dengan tertib dan penuh kegembiraan, mereka mengumpulkan beras tersebut di kelas masing-masing untuk kemudian direkapitulasi oleh guru. Beras-beras yang telah terkumpul selanjutnya akan dikelola oleh tim kesiswaan dan akan disalurkan kepada warga masyarakat sekitar sekolah yang membutuhkan, serta kepada sesama peserta didik yang memerlukan bantuan.
Kepala SD Plus 2 Al-Muhajirin dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas partisipasi aktif dari orang tua dan siswa.
"Program Beas Kaheman ini bukan tentang seberapa banyak kilo beras yang terkumpul, melainkan tentang bagaimana kita mendidik hati anak-anak kita. Kami ingin mereka belajar bahwa berbagi tidak harus menunggu berlebih. Dengan segenggam beras yang mereka bawa dengan ikhlas dari rumah, mereka sedang belajar tentang empati, tentang cara merasakan kesulitan orang lain, dan tentang indahnya gotong royong. Inilah esensi dari Sekolah Karakter," tuturnya.
Komitmen Mencetak Generasi Sholeh, Cerdas, Berintegritas
Lebih lanjut, program ini selaras dengan visi dan misi SD Plus 2 Al-Muhajirin untuk mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kecerdasan sosial dan spiritual. Nilai-nilai seperti asah, asih, dan asuh terus ditanamkan melalui kegiatan-kegiatan kontekstual seperti ini.
Pihak sekolah berharap, melalui pembiasaan Beas Kaheman, peserta didik dapat tumbuh menjadi pribadi yang dermawan, peka terhadap lingkungan sosial, dan memiliki rasa tanggung jawab untuk saling membantu. Semoga setiap butir beras yang terkumpul menjadi amal jariyah, membawa keberkahan bagi keluarga yang memberi, dan menjadi kebahagiaan bagi keluarga yang menerima.
Ucapan terima kasih disampaikan kepada seluruh orang tua, peserta didik, guru, dan semua pihak yang telah mendukung dan menyukseskan Program Beas Kaheman kali ini.