Maneuh Di Sunda menjadi salah satu kegiatan khas di SDS Plus 2 Al Muhajirin yang menghadirkan keceriaan sekaligus pembelajaran bermakna bagi para santri. Setiap hari Rabu, santri diajak kembali mengenal dan memainkan beragam permainan tradisional Sunda , seperti egrang, balap tarumpah, sondah, balap karung, dan sumpit*.
Β Bukan sekadar bermain, setiap permainan menjadi ruang untuk menumbuhkan karakter. Egrang melatih keseimbangan dan keberanian, balap tarumpah menumbuhkan kekompakan dan kerja sama, sondah mengasah ketelitian dan strategi, balap karung membangun sportivitas dan semangat pantang menyerah, sementara sumpit melatih konsentrasi dan ketekunan.
Melalui Maneuh Di Sunda, santri belajar bahwa budaya bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk dikenal, dimainkan, dicintai, dan dilestarikan. Di tengah perkembangan zaman, permainan tradisional menjadi jembatan untuk mengenalkan kearifan lokal sekaligus membentuk generasi yang Sholeh, Cerdas, Berintegritas, bangga terhadap budayanya, serta memiliki karakter kuat.
Maneuh Di SundaΒ Urang MaΓ©n, Urang Ngamumule, Urang Ngarawat Budaya. Leuleus dina basa, hade dina lampah, pageuh dina budaya.